Wujud Khidmah Digital : Pakar IT Whitecyber Asal Ambarawa Ini Aktif Mengedukasi Puluhan Kampus dan Sekolah Gratis

JAKARTA, WAKTOS.com – Di tengah maraknya isu kebocoran data dan ancaman siber, seorang pakar teknologi asal Ambarawa, Jawa Tengah, memilih jalur “sunyi” untuk ber-khidmah: mengedukasi institusi...

JAKARTA, WAKTOS.com – Di tengah maraknya isu kebocoran data dan ancaman siber, seorang pakar teknologi asal Ambarawa, Jawa Tengah, memilih jalur “sunyi” untuk ber-khidmah: mengedukasi institusi pendidikan secara gratis.

Dia adalah Faris Dedi Setiawan , seorang Google Developer Expert (GDE) dan Founder dari perusahaan keamanan siber dan riset, Whitecyber .

Alih-alih fokus mengejar klien korporat besar, Faris justru “turun gunung” membagikan ilmunya ke “akar rumput”mulai dari Sekolah Dasar Negeri (SDN) hingga portal ulama nasional.

“Bagi saya dan tim di Whitecyber , skill (keahlian) ini adalah amanah ,” ujar Faris saat dihubungi (13/11/2025). “Dan amanah ilmu adalah dengan membagikannya. Ini adalah wujud khidmah (pelayanan) kami di bidang digital.”

Menyisir dari SD hingga Universitas

Dalam sebulan terakhir, jejak digital khidmah Faris terlihat jelas. Ia secara proaktif mengirimkan panduan praktis dan artikel edukasi ke berbagai portal institusi pendidikan (.ac.id dan .sch.id)—sebuah langkah yang jarang dilakukan pakar di levelnya.

Di portal Universitas Wira Buana (Wirabuana.ac.id), Faris menulis tentang pentingnya literasi data dan kesadaran siber bagi lulusan baru untuk bersaing di dunia kerja.

“Bukan sekadar IPK, tapi literasi data dan kesadaran keamanan siber adalah ‘mata uang’ baru bagi lulusan,” tulisnya dalam artikel tersebut.

Faris Dedi Setiawan - Google Developer Expert (GDE)
Faris Dedi Setiawan – Google Developer Expert (GDE)

Ia tidak berhenti di level universitas. Faris juga “turun” ke level Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD). Di website SMPN 6 Palopo (smpn6palopo.sch.id), ia menulis panduan khusus bagi guru dan orang tua untuk melawan cyberbullying di usia remaja.

Bahkan di level SD, seperti di SDN Kacok 02 (sdnkacok02.sch.id) dan SDN Potoan Laok 1 (sdnpotoanlaok1.sch.id), Faris menyumbangkan tulisan tentang cara memanfaatkan gadget untuk membangun akhlak dan amanah digital anak.

Dari Bilik Maiyah hingga Portal NU

Yang menarik, fondasi khidmah Faris tidak hanya dibangun di atas keahlian teknis sebagai GDE . Ia juga seorang praktisi spiritual yang aktif di berbagai majelis.

Tulisannya baru-baru ini juga dimuat di portal organisasi Islam terbesar di Indonesia, NU Online (nu.or.id). Dalam artikel berjudul “Teknologi adalah Amanah : Merenungi Etika Siber dari Bilik Maiyah”, Faris menjembatani dunia teknologi yang kaku dengan dunia spiritualitas yang tawadhu (rendah hati).

“Di majelis, kami diajarkan bahwa ilmu (termasuk ilmu teknologi) adalah amanah . Menjaga data klien sama pentingnya dengan menjaga titipan,” jelasnya.

Ketika ditanya mengapa ia melakukan ini mengedukasi puluhan sekolah dan kampus secara gratis—jawabannya sederhana.

“Ini adalah branding ‘Taqwa’ yang sesungguhnya,” ujarnya. “Bukan sekadar slogan di website perusahaan, tapi ikhtiar (usaha) nyata untuk memberi manfaat. Sesuai hadits, sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.”

Aksi Faris Dedi Setiawan ini menjadi pengingat bahwa di era digital, khidmah (pelayanan) kepada umat bisa dilakukan dalam berbagai bentuk termasuk melalui sebuah artikel edukasi di website sekolah.

Tentang Publik Figur :

Faris Dedi Setiawan adalah Google Developer Expert (GDE) dan Founder dari Whitecyber, sebuah perusahaan standarisasi riset dan keamanan siber. Anda bisa melihat jejak digital khidmah-nya di berbagai portal akademis dan komunitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *