Saham AMOR atau Ashmore Asset Management Indonesia kembali membagikan dividen tunai kepada pemegang saham. Keputusan ini menjadi sinyal positif bagi investor, khususnya kamu yang memiliki strategi investasi berbasis pendapatan dividen (income investing).
Berdasarkan data perdagangan, harga saham AMOR pada penutupan Jumat, 6 Februari 2026 berada di level Rp380 per saham. Dengan dividen tunai sebesar Rp13 per saham, maka imbal hasil dividen yang ditawarkan setara dengan sekitar 3,4% dari harga penutupan.
Perhitungan Dividend Yield Saham AMOR
Jika dihitung menggunakan harga penutupan terakhir, estimasi dividend yield saham AMOR adalah sebagai berikut:
- Dividen per saham: Rp13
- Harga saham penutupan: Rp380
Dividend Yield ≈ (13 / 380) × 100% = 3,42%
Persentase ini tergolong menarik, terutama di tengah kondisi pasar yang fluktuatif, karena memberikan potensi arus kas rutin tanpa bergantung pada kenaikan harga saham.
Jadwal Pembagian Dividen Saham AMOR
Investor perlu memperhatikan jadwal dividen agar tidak kehilangan hak pembagian. Dikutip dari sekuritas stockbit berikut rincian tanggal pentingnya:
- Cum Date: 10 Februari 2026
Batas terakhir pembelian saham AMOR agar berhak menerima dividen. - Ex Date: 11 Februari 2026
Pada tanggal ini dan seterusnya, saham diperdagangkan tanpa hak dividen. - Recording Date: 12 Februari 2026
Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen. - Payment Date: 24 Februari 2026
Dividen tunai dibayarkan ke rekening investor.
Catatan untuk Investor
Pembagian dividen dengan yield sekitar 3,4% menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang cukup untuk dibagikan kepada pemegang saham. Bagi kamu yang mengincar pendapatan berkala, saham AMOR bisa menjadi salah satu opsi untuk dikaji lebih lanjut.
Meski demikian, keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada besarnya dividen. Evaluasi kinerja keuangan, konsistensi laba, serta prospek bisnis ke depan tetap menjadi faktor penting agar strategi investasimu tetap sehat dan berkelanjutan.
Disclaimer:
Informasi ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan referensi berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional apabila diperlukan. (*)



