Street food atau makanan jalanan sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya kuliner di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, istilah kaki lima juga sering digunakan untuk merujuk pada penjual makanan di jalanan atau beberapa orang menyebutnya street food Indonesia. Namun, apakah street food dan kaki lima benar-benar sama, atau ada perbedaan di antara keduanya?
Apa Itu Street Food?
Dilansir dari rasanusantara.id Street food mengacu pada makanan dan minuman yang dijual di tempat-tempat umum seperti pinggir jalan, pasar, atau area ramai lainnya. Ciri khas street food adalah:
- Mudah dibawa (portable)
Biasanya disajikan dalam kemasan sederhana seperti bungkus kertas, daun pisang, atau styrofoam. - Harga terjangkau
Dijual dengan harga murah sehingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan. - Proses penyajian cepat
Dibuat dan dijual langsung di tempat, sering kali menggunakan gerobak atau tenda sederhana. - Beragam variasi
Mulai dari gorengan, sate, bakso, hingga martabak dan es campur.
Di berbagai negara, street food menjadi daya tarik wisata kuliner, seperti takoyaki di Jepang, pad thai di Thailand, atau tacos di Meksiko.
Apa Itu Kaki Lima?
Istilah kaki lima berasal dari bahasa Indonesia yang merujuk pada pedagang yang berjualan di trotoar atau area publik. Asal-usul nama “kaki lima” sendiri memiliki beberapa versi:
- Lebar trotoar
Konon, lebar trotoar zaman dahulu sekitar 5 kaki (1,5 meter), sehingga pedagang yang berjualan di sana disebut kaki lima. - Jumlah kaki gerobak
Beberapa gerobak memiliki tiga kaki, tetapi ketika ditambahkan dua kaki pedagang yang sedang berjaga, total menjadi “lima kaki”.
Perbedaan Street Food dan Kaki Lima
Aspek | Street Food | Kaki Lima |
---|---|---|
Terminologi | Istilah global | Istilah lokal (Indonesia) |
Tempat berjualan | Bisa di gerobak, food truck, atau lapak | Biasanya gerobak atau tenda sederhana |
Konsep | Lebih beragam, bisa modern atau tradisional | Lebih tradisional dengan nuansa lokal |
Asal-usul nama | Berasal dari praktik jualan di jalanan | Berhubungan dengan lebar trotoar atau kaki gerobak |
Persamaan Street Food dan Kaki Lima
- Sama-sama dijual di tempat umum.
- Harganya terjangkau.
- Menyajikan makanan cepat saji dengan cita rasa khas.
- Menjadi bagian dari budaya kuliner masyarakat.
Street food dan kaki lima sebenarnya memiliki konsep yang mirip, yaitu menjual makanan di jalanan. Namun, street food adalah istilah internasional yang mencakup berbagai jenis penjualan makanan di ruang publik, sementara kaki lima adalah istilah lokal Indonesia yang lebih spesifik merujuk pada pedagang dengan gerobak atau lapak tradisional.
Jadi, semua kaki lima termasuk street food, tetapi tidak semua street food bisa disebut kaki lima karena ada juga yang menggunakan konsep modern seperti food truck atau pasar malam.