Di tengah hijaunya pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), saham Alfamart justru mengalami penurunan yang signifikan. Pada perdagangan hari ini (Selasa, 20 Maret 2025), saham Alfamart tercatat turun sebesar -1,84% atau setara dengan Rp40, dari harga pembukaan di level Rp2.170. Penurunan ini menambah catatan suram saham Alfamart dalam sepekan terakhir.
Dalam rentang waktu 14 hingga 20 Maret 2025, saham Alfamart terus mengalami tekanan penjualan, dengan total penurunan mencapai -11,25% atau setara dengan Rp270. Selama periode tersebut, saham Alfamart sempat mencatatkan harga tertinggi di level Rp2.450, namun kemudian terus melemah hingga menyentuh harga terendah di level Rp2.120.
Penurunan saham Alfamart ini menjadi sorotan di tengah kinerja pasar yang secara umum menunjukkan tren positif. Investor dan analis pun mulai mempertanyakan faktor-faktor di balik pelemahan saham ritel ini, apakah disebabkan oleh kinerja perusahaan, sentimen pasar, atau faktor eksternal lainnya.