Pada hari Selasa, 18 Maret 2025, pasar saham Indonesia mengalami tekanan signifikan yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok sebesar 3.84% atau turun Rp248.56, sehingga ditutup di level Rp6223.39.
Penurunan ini mencerminkan sentimen negatif yang melanda pasar, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kondisi makroekonomi global, kebijakan moneter, atau sentimen investor yang cenderung melakukan aksi jual besar-besaran.
Koreksi yang cukup dalam ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang kuat di berbagai sektor, sehingga mayoritas saham mengalami penurunan harga.
Namun, di tengah tren penurunan IHSG, terdapat 5saham yang justru berhasil mencatatkan kenaikan signifikan, yaitu:
- FMII Menguat 24.73% atau naik Rp92 menjadi Rp464
- FWC Naik 23.24% atau bertambah Rp43 menjadi Rp228
- ANJT Mengalami kenaikan 19.63% atau naik Rp265 menjadi Rp1615
- MINE Menguat 15.38% atau naik Rp68 menjadi Rp510
- BUVA Naik 14.08% atau bertambah Rp10 menjadi Rp81
Penurunan IHSG sebesar 3.84% menunjukkan adanya sentimen negatif di pasar yang mendorong aksi jual di berbagai saham. Meskipun demikian, 5 saham di atas tetap mampu mencatatkan kenaikan signifikan, yang bisa jadi dipengaruhi oleh faktor fundamental perusahaan, kinerja positif, atau sentimen tertentu yang membuat investor tetap optimis terhadap prospek saham tersebut.
Para investor perlu tetap waspada terhadap faktor-faktor eksternal dan internal yang dapat memengaruhi pergerakan IHSG ke depan. Menganalisis saham yang mampu bertahan dalam kondisi pasar yang menurun dapat menjadi strategi untuk menemukan potensi investasi yang lebih stabil dalam jangka panjang.
Disclaimer : Bukan ajakan untuk menjual dan membeli saham