Waktos – PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOMF) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp12,28 per saham dengan jadwal Cum Date 8 April 2026, Ex Date 9 April 2026, Recording Date 10 April 2026, dan Payment Date 4 Mei 2026. Investor yang ingin memperoleh dividen ini perlu memiliki saham WOMF sebelum Cum Date.
Berikut pergerakan harga saham WOMF terbaru:
Dari sisi kinerja keuangan, WOMF mencatat pendapatan tahun 2025 sebesar Rp2.170 miliar, sedikit naik dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp2.167 miliar atau tumbuh sekitar 0,14% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini menunjukkan pendapatan perusahaan relatif stabil sepanjang tahun 2025.
Namun berbeda dengan pendapatan, laba bersih WOMF tahun 2025 tercatat sebesar Rp143 miliar, turun dari Rp263 miliar pada tahun 2024. Artinya laba bersih mengalami penurunan sekitar 45,6% YoY, menunjukkan adanya peningkatan beban atau penurunan margin laba selama tahun berjalan.
Jika dilihat per kuartal, laba bersih WOMF pada:
- Q1 2025 sebesar Rp63 miliar (sama dengan Q1 2024)
- Q2 2025 sebesar Rp22 miliar, turun sekitar 35% dari Rp34 miliar
- Q3 2025 sebesar Rp19 miliar, turun sekitar 64,8% dari Rp54 miliar
- Q4 2025 sebesar Rp39 miliar, turun sekitar 65,2% dari Rp112 miliar
Penurunan laba paling terlihat terjadi pada Q3 dan Q4 2025, yang menjadi penyebab utama turunnya laba tahunan perusahaan.
Dari sisi neraca, total aset WOMF tercatat sebesar Rp7.369 miliar dengan total liabilitas Rp5.385 miliar dan total ekuitas Rp1.983 miliar. Dengan demikian, rasio liabilitas terhadap aset berada di kisaran 73%, yang menunjukkan sebagian besar aset perusahaan masih didanai oleh kewajiban. Sementara itu posisi kas perusahaan tercatat sebesar Rp510 miliar, atau sekitar 6,9% dari total aset, yang menggambarkan likuiditas kas perusahaan.
Dengan laba bersih tahun 2025 sebesar Rp143 miliar dan rencana pembagian dividen Rp12,28 per saham, WOMF tetap membagikan dividen kepada pemegang saham di tengah penurunan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Investor biasanya akan memperhatikan tanggal Cum Date karena menjadi batas akhir investor berhak atas dividen tersebut.
Disclaimer:
Informasi ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan referensi berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional apabila diperlukan.



