Laba AMRT 2025 Naik, Alfamart Cetak Laba Rp3,4 Triliun dan Pendapatan Rp126,7 Triliun

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatat laba bersih Rp3,4 triliun pada 2025 dan pendapatan Rp126,7 triliun, tumbuh dibandingkan tahun 2024 didorong kinerja kuat di...

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), emiten ritel pemilik jaringan Alfamart, mencatatkan kinerja keuangan yang tumbuh sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data laporan keuangan, AMRT membukukan laba bersih sebesar Rp3,411 triliun pada 2025, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp3,148 triliun.

Berikut pergerakan harga saham AMRT terbaru:

Dari sisi pendapatan, AMRT juga mencatatkan pertumbuhan. Total pendapatan tahun 2025 mencapai Rp126,737 triliun, naik dari Rp118,227 triliun pada tahun 2024. Pertumbuhan ini menunjukkan bisnis ritel kebutuhan sehari-hari masih bertumbuh seiring meningkatnya konsumsi masyarakat dan ekspansi gerai.

Jika dilihat per kuartal, kinerja AMRT sempat mengalami penurunan laba pada Q3 2025 yang tercatat Rp431 miliar dibandingkan Q3 2024 sebesar Rp605 miliar. Namun pada Q4 2025, laba bersih melonjak signifikan menjadi Rp1,096 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan Q4 2024 sebesar Rp749 miliar. Kenaikan pada kuartal keempat ini menjadi pendorong utama pertumbuhan laba tahunan AMRT.

Secara keseluruhan, AMRT mencatatkan pertumbuhan laba sekitar 8% dan pertumbuhan pendapatan sekitar 7% secara tahunan (YoY), menunjukkan fundamental bisnis yang masih cukup stabil di sektor ritel.

Disclaimer:

Informasi ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan referensi berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional apabila diperlukan. (*)

1 Komentar

  1. Mantap nih ulasannya, detail banget bedah kinerjanya! Menarik liat pola laba AMRT yang sempat turun di Q3 tapi ternyata rebound kencang banget pas Q4 2025.

    Ini bukti ya kalau fundamental emiten ritel kebutuhan pokok memang cukup resilient di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Pertumbuhan double digit di pendapatan juga sinyal kalau ekspansi gerai mereka memang masih efektif menjangkau pasar.

    Makasih sudah berbagi analisisnya, sangat membantu buat memantau track record emiten blue chip retail. Sukses terus buat blognya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *