Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp83,99 per saham dengan harga saham terakhir Rp1.390. Jadwal cum date SSMS berlangsung pada 11 Mei 2026, ex date 12 Mei 2026, recording date 13 Mei 2026, dan pembayaran dividen dilakukan pada 4 Juni 2026.
Berikut pergerakan harga saham SSMS terbaru:
PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang tetap solid di tengah dinamika industri kelapa sawit.
Berdasarkan data keuangan 2025, pendapatan SSMS mencapai sekitar Rp14,81 triliun secara annualised, meningkat dibandingkan periode 2024 yang berada di kisaran Rp10,36 triliun. Kenaikan ini mencerminkan pertumbuhan bisnis perusahaan yang cukup agresif sepanjang tahun berjalan.
Secara kuartalan, pendapatan SSMS tercatat sebesar Rp3,65 triliun pada Q1 2025, kemudian berada di level Rp3,53 triliun pada Q2. Memasuki Q3, pendapatan kembali meningkat menjadi Rp3,82 triliun sebelum sedikit turun ke Rp3,79 triliun pada Q4 2025.
Dari sisi profitabilitas, laba bersih SSMS juga menunjukkan performa yang stabil. Perusahaan membukukan laba bersih Rp342 miliar pada kuartal I 2025, meningkat menjadi Rp350 miliar di kuartal II. Namun pada semester kedua, laba bersih mengalami moderasi menjadi Rp310 miliar di Q3 dan Rp159 miliar pada Q4.
Secara keseluruhan, laba bersih tahunan SSMS tercatat sekitar Rp1,16 triliun pada 2025. Kinerja ini menandakan perusahaan masih mampu menjaga profitabilitas meskipun terjadi perlambatan laba pada akhir tahun.
Stabilnya pendapatan dan kemampuan perusahaan mempertahankan laba bersih menjadi indikator bahwa SSMS masih memiliki fundamental operasional yang cukup kuat di sektor perkebunan sawit.
Disclaimer:
Informasi ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan referensi berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional apabila diperlukan. (*)





