Menerjemahkan dokumen ke Bahasa Inggris tampak mudah, tapi kenyataannya banyak yang melakukan kesalahan kecil yang bisa berdampak besar. Apalagi jika dokumen tersebut bersifat resmi seperti ijazah, kontrak, atau surat perjanjian. Di sinilah peran penerjemah tersumpah Inggris jadi penting karena mereka memahami bukan hanya bahasa, tapi juga konteks hukum dan format dokumen yang berlaku secara internasional.
Kesalahan dalam terjemahan bisa menimbulkan salah paham, bahkan penolakan dari lembaga resmi. Oleh karena itu, penting untuk tahu apa saja kesalahan yang sering dilakukan dan bagaimana cara menghindarinya.
1. Terjemahan Harfiah Tanpa Memahami Konteks
Salah satu kesalahan paling umum adalah menerjemahkan kata per kata tanpa memperhatikan makna keseluruhan. Bahasa Inggris punya banyak idiom, istilah teknis, dan struktur yang berbeda dari Bahasa Indonesia. Misalnya, kata “surat kuasa” jika diterjemahkan langsung menjadi “power letter” tentu salah, karena istilah yang benar adalah “power of attorney”.
2. Salah Pilih Istilah Teknis atau Hukum
Dalam dokumen hukum atau akademik, pemilihan istilah sangat krusial. Misalnya, istilah “putusan” harus diterjemahkan sebagai “verdict” atau “judgment”, bukan sekadar “decision”. Kesalahan kecil seperti ini bisa mengubah makna hukum secara signifikan.
3. Tata Bahasa dan Struktur Kalimat yang Tidak Alami
Kesalahan tenses, preposisi, atau urutan kata sering membuat hasil terjemahan terasa kaku dan tidak alami. Contohnya, “I am agree” seharusnya “I agree”. Kesalahan seperti ini mungkin terlihat sepele, tapi bisa menurunkan kredibilitas dokumen.
4. Mengabaikan Format dan Konsistensi Dokumen
Dokumen resmi biasanya punya format baku. Penulisan tanggal, nama, gelar, dan tanda tangan harus sesuai aturan negara tujuan. Banyak orang menerjemahkan teksnya dengan benar, tapi lupa menyesuaikan format yang akhirnya membuat dokumen ditolak.
5. Tidak Melakukan Proofreading atau Revisi
Proofreading sering diabaikan karena dianggap memakan waktu. Padahal, langkah ini penting untuk menemukan kesalahan ejaan, tanda baca, atau kalimat yang ambigu. Dokumen tanpa revisi bisa mengandung banyak kesalahan kecil yang merusak kesan profesional.
Cara Menghindari Kesalahan Terjemahan
Agar hasil terjemahan lebih akurat, kamu bisa melakukan beberapa hal berikut:
- Gunakan referensi resmi
Selalu rujuk ke kamus atau dokumen hukum internasional agar istilah yang digunakan tepat. - Pahami jenis dan tujuan dokumen
Terjemahan surat lamaran tentu berbeda dengan kontrak bisnis. - Lakukan revisi dua kali
Idealnya, hasil terjemahan diperiksa oleh penerjemah lain untuk memastikan konsistensi. - Gunakan layanan profesional
Untuk dokumen penting, memilih jasa translate bahasa Inggris yang berpengalaman adalah langkah terbaik. Mereka tahu cara menyusun kalimat agar tetap formal dan sesuai konteks hukum, akademik, maupun komersial.
Kesalahan dalam menerjemahkan dokumen bisa dihindari dengan memahami konteks, memeriksa ulang hasil kerja, dan menggunakan jasa yang tepat. Jika kamu ingin hasil terjemahan yang akurat, legal, dan bisa diterima secara resmi, pastikan dokumenmu ditangani oleh ahli yang paham aturan dan terminologi yang benar.
Dengan begitu, setiap dokumen Bahasa Inggrismu bukan hanya sekadar hasil terjemahan, tapi juga representasi profesional dari isi dan makna aslinya.







