Salahsatu indikator dalam analisis fundamental saham yang biasa digunakan adalah ROA. Rasio keuangan ini digunakan untuk mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan laba dari seluruh aset yang dimilikinya.
ROA tergolong penting karena menunjukkan seberapa baik perusahaan menggunakan asetnya untuk menghasilkan keuntungan.
Investor biasanya menggunakan ROA untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan perusahaan lain dalam sektor yang sama. Semakin tinggi ROA, biasanya menunjukkan perusahaan semakin efisien dalam mengelola aset untuk menghasilkan laba.
Apa Itu ROA
ROA adalah singkatan dari Return on Assets, yaitu rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih dari total aset yang dimiliki perusahaan.
Secara sederhana, ROA menunjukkan seberapa besar laba yang dihasilkan dari seluruh aset perusahaan.
Fungsi ROA
ROA memiliki beberapa fungsi dalam analisis saham, antara lain:
- Untuk mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset
- Untuk melihat kemampuan perusahaan menghasilkan laba
- Untuk membandingkan kinerja perusahaan dengan kompetitor
- Untuk menilai apakah perusahaan dikelola dengan efisien atau tidak
Biasanya:
- ROA di atas 5% = cukup baik
- ROA di atas 10% = sangat baik (tergantung sektor)
- ROA rendah = aset besar tapi laba kecil
Contoh ROA
Sebagai contoh, sebuah perusahaan memiliki laba bersih Rp 500 miliar dan total aset Rp 10 triliun, maka ROA perusahaan tersebut adalah 5%. Artinya, perusahaan mampu menghasilkan laba sebesar 5% dari total aset yang dimiliki.








1 Komentar