Waktos – PT Bank Mega Tbk. (MEGA) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp171,95 per saham kepada pemegang saham. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perusahaan, jadwal pembagian dividen Bank Mega adalah Cum Date pada 9 April 2026, Ex Date pada 10 April 2026, Recording Date pada 13 April 2026, dan Payment Date pada 30 April 2026. Investor yang ingin memperoleh dividen ini perlu memiliki saham MEGA sebelum tanggal Cum Date.
Berikut pergerakan harga saham MEGA terbaru:
Dari sisi kinerja keuangan, Bank Mega mencatat pendapatan sebesar Rp10.197 miliar pada tahun 2025, sedikit turun dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp10.289 miliar atau turun sekitar 0,9% secara tahunan (YoY). Pendapatan perusahaan terlihat relatif stabil, meskipun pada beberapa kuartal mengalami sedikit penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Berbeda dengan pendapatan yang cenderung stabil, laba bersih Bank Mega justru menunjukkan pertumbuhan yang cukup signifikan. Laba bersih tahun 2025 tercatat sebesar Rp3.365 miliar, meningkat dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp2.631 miliar atau tumbuh sekitar 27,9% secara tahunan. Kenaikan laba bersih ini terutama ditopang oleh peningkatan laba pada kuartal kedua dan kuartal keempat. Pada kuartal kedua laba bersih tercatat sebesar Rp829 miliar, naik sekitar 94,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara pada kuartal keempat laba bersih tercatat sebesar Rp1.165 miliar, naik sekitar 84% dibandingkan kuartal keempat tahun sebelumnya.
Secara umum, kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun pertumbuhan pendapatan tidak terlalu besar, perusahaan mampu meningkatkan laba bersih dengan pertumbuhan yang lebih tinggi, yang biasanya mencerminkan adanya peningkatan efisiensi atau perbaikan margin keuntungan perusahaan selama tahun berjalan.
Disclaimer:
Informasi ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan referensi berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional apabila diperlukan. (*)





