Lepas 2,52 Miliar Saham, Valuasi Bisa Tembus Rp2,14 Triliun, Berikut Jadwal IPO RANS dan Prospektusnya

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk siap IPO dengan melepas 2,52 miliar saham di harga Rp135–Rp170 per saham. Simak jadwal, kinerja keuangan, valuasi, penggunaan dana, dan...

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) bersiap masuk Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau IPO. Perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2.525.000.000 saham baru, setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO. Saham tersebut ditawarkan dengan kisaran harga Rp135–Rp170 per saham, sehingga nilai emisi maksimal dapat mencapai Rp429,25 miliar.  

RANS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang media dan hiburan, meliputi produksi dan distribusi konten, pengelolaan intellectual property atau IP, penyelenggaraan event dan seni pertunjukan, periklanan, aktivitas taman bertema dan taman hiburan, arena permainan, hingga aktivitas perusahaan holding.

Jadwal IPO RANS Entertainment

Berdasarkan prospektus awal, jadwal IPO RANS adalah sebagai berikut:

  • Masa penawaran awal: 23–25 Juni 2026
  • Tanggal efektif dari OJK: 30 Juni 2026
  • Masa penawaran umum: 2–8 Juli 2026
  • Tanggal penjatahan: 8 Juli 2026
  • Tanggal distribusi saham elektronik: 9 Juli 2026
  • Tanggal pencatatan saham di BEI: 10 Juli 2026

Dengan harga penawaran Rp135–Rp170 per saham dan jumlah saham setelah IPO sebanyak 12.609.250.000 saham, kapitalisasi pasar RANS berpotensi berada di kisaran sekitar Rp1,70 triliun hingga Rp2,14 triliun.

Struktur Pemegang Saham Setelah IPO

Sebelum IPO, Raffi Farid Ahmad menjadi pemegang saham mayoritas dengan kepemilikan 7,93 miliar saham atau 78,68%. Setelah IPO, kepemilikan Raffi akan terdilusi menjadi sekitar 62,93%, tetapi tetap menjadi pemegang saham pengendali.

Selain Raffi, pemegang saham lain sebelum IPO antara lain PT Indonesia Entertainmen Grup, Soultan Ariq Rachman, Dony Oskaria, Sutanto Hartono, Nagita Slavina Mariana Tengker, Kaesang Pangarep, Hikmat Janika, dan PT Ekonomi Baru Investasi Teknologi. Setelah IPO, masyarakat akan menggenggam 20,02% saham perseroan.

Kinerja Keuangan RANS: Pendapatan Turun, Laba Ikut Melemah

Dari sisi laporan laba rugi, RANS mencatat pendapatan sebesar Rp353,38 miliar pada 2025. Angka ini turun 13,91% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp410,50 miliar. Penurunan juga terlihat jika dibandingkan dengan 2023, ketika pendapatan perseroan masih berada di level Rp437,81 miliar.

Laba tahun berjalan RANS pada 2025 tercatat Rp56,69 miliar. Nilai tersebut turun cukup dalam, yakni 41,60% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp97,07 miliar. Pada 2023, laba tahun berjalan perseroan tercatat Rp84,45 miliar.

Dari sisi neraca, jumlah aset RANS per 31 Desember 2025 sebesar Rp461,03 miliar, turun dari Rp590,80 miliar pada 2024. Liabilitas perseroan juga turun menjadi Rp120,23 miliar dari sebelumnya Rp156,53 miliar. Sementara itu, ekuitas tercatat Rp340,80 miliar pada 2025, turun dari Rp434,27 miliar pada 2024.

Valuasi IPO RANS

Jika menggunakan laba tahun berjalan 2025 sebesar Rp56,69 miliar, maka valuasi IPO RANS berada pada kisaran price to earnings ratio atau PER sekitar 30,03 kali pada harga Rp135 dan sekitar 37,81 kali pada harga Rp170.

Sementara itu, jika menggunakan pendapatan 2025 sebesar Rp353,38 miliar, maka price to sales ratio atau PSR berada di kisaran sekitar 4,82 kali hingga 6,07 kali.

Angka ini perlu dicermati investor karena kinerja pendapatan dan laba RANS pada 2025 sedang mengalami kontraksi. Di sisi lain, valuasi IPO tetap mencerminkan ekspektasi pertumbuhan bisnis media, entertainment, IP, event, teknologi, dan ekspansi lini usaha baru.

Penggunaan Dana IPO

Dana hasil IPO setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk beberapa agenda bisnis. Sekitar 6,98% akan dipakai untuk pelunasan dipercepat seluruh pokok utang kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Kemudian, sekitar 18,64% akan digunakan untuk belanja modal pembangunan wahana bermain dan belajar edukatif bernama Cipungland. Sekitar 37,61% akan dipakai untuk belanja operasional penyelenggaraan konser yang menghadirkan artis lokal maupun internasional di berbagai kota di Indonesia.

Selain itu, sekitar 8,15% dana IPO akan digunakan untuk pembentukan entitas usaha baru bersama PT Feedloop Global Teknologi dalam pengembangan bisnis teknologi berbasis AI. Lalu, sekitar 19,80% akan digunakan untuk ekspansi melalui akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia atau Slavina. Sisanya akan disetorkan sebagai modal kepada entitas anak, yaitu RNS, untuk pengembangan usaha utama dan ekspansi jaringan usaha.

Kebijakan Dividen

Setelah IPO, RANS berencana membagikan dividen tunai sebanyak-banyaknya 35% dari laba bersih setelah dikurangi penyisihan cadangan wajib mulai tahun 2026. Namun, pembagian dividen tetap bergantung pada keputusan RUPS, kondisi keuangan, tingkat kesehatan perseroan, serta kebutuhan pengembangan bisnis.

Risiko Utama IPO RANS

Risiko utama yang perlu diperhatikan investor adalah ketergantungan perseroan terhadap talent utama, yaitu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta keluarga. Prospektus menyebutkan bahwa ketergantungan tersebut dapat berdampak negatif terhadap kinerja usaha dan keuangan apabila terjadi penurunan keterlibatan atau isu reputasi.

Selain itu, terdapat risiko terkait likuiditas saham di pasar sekunder. Meskipun saham RANS akan dicatatkan di BEI, tidak ada jaminan saham tersebut akan aktif atau likuid setelah diperdagangkan.

Prospek Bisnis RANS

Secara industri, RANS berada di sektor yang masih memiliki ruang pertumbuhan, terutama dari pergeseran konsumsi media ke platform digital, meningkatnya kebutuhan konten lintas format, serta pertumbuhan belanja iklan digital. Perseroan juga mencoba memperluas monetisasi melalui event, IP, wahana hiburan, konser, kosmetik, hingga teknologi berbasis AI.

Namun, investor tetap perlu memperhatikan tren penurunan pendapatan dan laba pada 2025. Ekspansi bisnis yang agresif bisa menjadi katalis positif apabila berjalan sesuai rencana, tetapi juga membawa risiko eksekusi dan kebutuhan modal yang tidak kecil.

Akhir Kata

IPO RANS Entertainment menjadi salah satu aksi korporasi yang menarik perhatian karena membawa nama besar Raffi Ahmad dan ekosistem bisnis hiburan RANS ke pasar modal. Dari sisi brand, perseroan memiliki daya tarik kuat di industri media, hiburan, IP, event, dan digital entertainment.

Namun, dari sisi fundamental, investor perlu mencermati penurunan pendapatan dan laba pada 2025, valuasi IPO yang berada di kisaran PER 30–37 kali, serta risiko ketergantungan terhadap figur utama. Oleh karena itu, IPO RANS layak dipantau, tetapi tetap perlu dianalisis secara rasional berdasarkan kinerja keuangan, prospek ekspansi, dan profil risiko masing-masing investor.

Disclaimer: Artikel ini hanya bersifat informasi dan edukasi yang diambil dari data prospektus awal, bukan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing investor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *