MYOR Catat Laba Bersih Rp2,86 T di 2025, Turun 4,5% YoY

MYOR membukukan laba bersih Rp2,865 triliun pada tahun 2025 atau turun sekitar 4,5% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp3,000 triliun. Meski demikian, pada Q4 2025 perseroan...

Waktos – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membukukan kinerja yang cukup solid pada kuartal IV 2025 dengan pertumbuhan pendapatan dan perbaikan margin, meskipun secara laba bersih tahunan masih sedikit mengalami penurunan.

Berikut pergerakan harga saham MYOR terbaru:

Pada Q4 2025, MYOR mencatat pendapatan Rp 11,524 triliun, naik 10,45% YoY dibandingkan Q4 2024 sebesar Rp 10,433 triliun.

Sejalan dengan itu, laba kotor naik 24,89% YoY menjadi Rp 2,730 triliun, dengan Gross Profit Margin meningkat menjadi 23,69% dari 20,95% pada periode yang sama tahun lalu. Ini menunjukkan adanya perbaikan efisiensi atau penurunan tekanan biaya bahan baku.

Dari sisi operasional, laba usaha MYOR tercatat Rp 1,337 triliun, naik sekitar 13,2% YoY dari Rp 1,181 triliun.

Namun pertumbuhan laba bersih tidak setinggi laba usaha. Laba bersih Q4 2025 sebesar Rp 1,016 triliun, naik tipis sekitar 3,12% YoY dari Rp 985 miliar pada Q4 2024.

Jika dilihat secara kuartalan (QoQ), kinerja Q4 menunjukkan peningkatan yang cukup kuat. Laba bersih naik dari Rp 683 miliar di Q3 2025 menjadi Rp 1,016 triliun di Q4 2025, atau naik sekitar 48,7% QoQ, yang menunjukkan Q4 merupakan kuartal musiman kuat bagi MYOR.

Namun jika melihat kinerja setahun penuh, laba bersih MYOR tahun 2025 tercatat Rp 2,865 triliun, sedikit turun dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 3,000 triliun, atau turun sekitar 4,5% YoY.

Penurunan ini terjadi karena laba pada Q1 dan Q2 2025 lebih rendah dibanding periode yang sama 2024, sebelum akhirnya pulih di Q3 dan Q4 2025.

Rincian laba bersih per kuartal menunjukkan pola berikut:

  • Q1 2025: Rp 689 miliar (turun dari Rp 1,112 triliun di Q1 2024)
  • Q2 2025: Rp 477 miliar (turun dari Rp 606 miliar di Q2 2024)
  • Q3 2025: Rp 683 miliar (naik dari Rp 298 miliar di Q3 2024)
  • Q4 2025: Rp 1,016 triliun (naik dari Rp 985 miliar di Q4 2024)

Artinya, tekanan laba terjadi di semester 1 2025, namun kinerja mulai pulih di semester 2, terutama di Q4 yang menjadi kontributor laba terbesar dalam tahun 2025.

Secara keseluruhan, kinerja MYOR menunjukkan beberapa poin penting:

  1. Pendapatan tumbuh dua digit pada Q4 2025.
  2. Margin laba kotor mengalami perbaikan signifikan.
  3. Laba usaha naik, menandakan operasional cukup sehat.
  4. Laba bersih Q4 naik, namun laba setahun penuh masih turun tipis.
  5. Kinerja menunjukkan pola pemulihan di semester 2 2025.
  6. Q4 tetap menjadi kuartal musiman terkuat MYOR.

Dengan PER di kisaran 14x, MYOR masih tergolong valuasi moderat untuk sektor consumer goods yang cenderung defensif dan memiliki brand kuat.

MYOR saat ini menunjukkan margin improvement dan pemulihan laba di semester kedua, namun secara tahunan masih menunjukkan kontraksi laba tipis, sehingga pergerakan saham biasanya akan sangat bergantung pada ekspektasi pertumbuhan di 2026.

Disclaimer: Informasi ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan referensi berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional apabila diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *