BEI Tetapkan Harga Teoretis Saham INET Menjelang Pelaksanaan Rights Issue

Waktos.com – Pemegang saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) perlu mencermati informasi terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas bursa telah menetapkan harga...

Waktos.com – Pemegang saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) perlu mencermati informasi terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Otoritas bursa telah menetapkan harga teoritis saham INET seiring dengan pelaksanaan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

Ketentuan tersebut tertuang dalam surat resmi BEI yang ditandatangani Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan, Pande Made Kusuma Ari A., bersama P.H. Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2, Bima Ruditya Surya, pada Jumat (2/1). Dalam surat itu dijelaskan bahwa rasio HMETD INET ditetapkan sebesar 3:4. Artinya, setiap pemegang tiga saham lama INET memperoleh empat HMETD untuk membeli empat saham baru dengan harga pelaksanaan Rp250 per saham.

Berdasarkan data perdagangan, harga saham INET pada penutupan cum date di Pasar Reguler, 2 Januari 2026, berada di level Rp770. Mengacu pada rasio rights issue tersebut, BEI kemudian menghitung harga teoritis saham INET sebagai pedoman dalam aktivitas tawar-menawar serta penghitungan Indeks Harga Saham BEI maupun Indeks Harga Saham Individual.

Perhitungan harga teoritis dilakukan dengan mengombinasikan nilai saham lama dan saham baru, sehingga menghasilkan angka Rp472,857 per saham. Selanjutnya, harga tersebut disesuaikan dengan ketentuan fraksi harga dan dibulatkan menjadi Rp472. Harga inilah yang akan dicantumkan dalam sistem JATS untuk Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi mulai 5 Januari 2026.

Selain itu, BEI juga melakukan penyesuaian terhadap harga dasar saham INET yang digunakan dalam penghitungan Indeks Harga Saham Individual. Berdasarkan formula yang ditetapkan, harga dasar baru INET berada pada level 61,912.

Sebagai informasi, Sinergi Inti Andalan Prima berencana menerbitkan hingga 12,8 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Dengan harga pelaksanaan HMETD sebesar Rp250, perseroan berpotensi menghimpun dana segar maksimal sebesar Rp3,2 triliun melalui aksi korporasi rights issue tersebut. (*)

Disclaimer:

Informasi ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan referensi berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia. Artikel ini bukan merupakan rekomendasi, ajakan, atau saran untuk membeli, menjual, maupun menahan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca dengan mempertimbangkan profil risiko masing-masing serta berkonsultasi dengan penasihat keuangan profesional apabila diperlukan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *