IHSG Kena Trading Halt I Pukul 09.26 WIB, Bursa Kembali Dibuka 30 Menit Kemudian

Waktos, 28 Januari 2026 – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat dihentikan sementara setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 8%...

Waktos, 28 Januari 2026 – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat dihentikan sementara setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok lebih dari 8% pada sesi pagi perdagangan, Selasa (28/1). Trading halt level I diberlakukan pada pukul 09.26 WIB, dan bursa melakukan suspensi perdagangan selama 30 menit sesuai dengan ketentuan pengendalian volatilitas.

Berdasarkan data perdagangan, IHSG tertekan hingga ke level 7.654,66, melemah 665,89 poin atau sekitar 8,00% dibandingkan penutupan sebelumnya. Tekanan jual terjadi sejak awal perdagangan, dengan pelemahan tajam yang berlangsung cepat pada menit-menit pertama sesi reguler.

Menyusul penurunan tersebut, BEI menghentikan sementara seluruh aktivitas perdagangan saham guna menjaga keteraturan, kewajaran, dan efisiensi pasar di tengah lonjakan volatilitas. Trading Halt Level I merupakan mekanisme otomatis yang diterapkan apabila IHSG mengalami penurunan lebih dari 5% dalam satu hari perdagangan.

Setelah masa suspensi berakhir, perdagangan kembali dibuka pada pukul 09.56 WIB. Namun, tekanan jual masih terlihat di pasar, seiring pelaku pasar terus melakukan penyesuaian portofolio di tengah sentimen negatif yang membayangi pergerakan indeks.

Grafik pergerakan intraday menunjukkan IHSG langsung bergerak melemah tajam sejak pembukaan, sempat mencoba membentuk pantulan terbatas, namun kembali tertekan hingga memicu penghentian sementara perdagangan. Volume transaksi tercatat mencapai 12,66 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata harian, yang mengindikasikan dominasi aksi jual di harga pasar.

Pelaku pasar menilai tekanan terhadap IHSG dipicu oleh sentimen eksternal, terutama setelah keputusan MSCI yang berdampak pada persepsi investor global terhadap investability pasar saham Indonesia. Kondisi tersebut mendorong sikap risk-off, khususnya pada saham-saham berkapitalisasi besar dan likuid yang menjadi penopang utama indeks.

Meski otoritas keuangan dan pemerintah telah menyampaikan komitmen untuk memperkuat transparansi dan menjaga stabilitas pasar, pelaku pasar menilai sentimen tersebut belum cukup kuat untuk meredam tekanan jual dalam jangka sangat pendek. Fokus investor kini tertuju pada arah pergerakan setelah pembukaan kembali perdagangan serta arus dana asing sepanjang sesi berjalan.

BEI menyatakan akan terus memantau pergerakan pasar secara ketat dan mengimbau investor untuk mencermati perkembangan informasi serta tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian di tengah kondisi pasar yang bergejolak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *