BBCA Siapkan Buyback Rp5 Triliun, Saham Naik 7,62% ke Rp8.475

Waktos – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyiapkan dana hingga Rp5 triliun untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham maksimal 20% dari total saham tercatat....

Waktos – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menyiapkan dana hingga Rp5 triliun untuk melakukan pembelian kembali (buyback) saham maksimal 20% dari total saham tercatat. Aksi korporasi ini diumumkan pada Senin (20/10) dan akan berlangsung selama tiga bulan, mulai Rabu (22/10) hingga 19 Januari 2026.

Sekretaris Perusahaan BBCA, I Ketut Alam Wangsawijaya, menjelaskan bahwa harga pembelian kembali maksimum ditetapkan Rp9.200 per saham, lebih tinggi dibandingkan harga penutupan perdagangan Senin di Rp7.875 per lembar.

“Dana buyback akan diambil dari kas internal perusahaan, dan saham hasil pembelian akan dicatat sebagai saham treasuri,” ujar Ketut di Jakarta.

Aksi buyback ini akan berpengaruh terhadap posisi neraca BBCA. Total aset perseroan diproyeksi turun dari Rp1.449,3 triliun menjadi Rp1.444,2 triliun, sementara ekuitas menyusut dari Rp262,6 triliun menjadi Rp257,4 triliun.

Laba bersih juga diperkirakan sedikit tergerus, dari Rp54,8 triliun menjadi Rp54,6 triliun.

Dari sisi rasio keuangan, Capital Adequacy Ratio (CAR) diprediksi turun 61 basis point (bps) menjadi 28,75%, sedangkan Return on Asset (ROA) stabil di 3,94%, dan Return on Equity (ROE) turun 46 bps, dari 24,56% menjadi 25,02%.

Per September 2025, BBCA memiliki 123,27 miliar saham beredar, termasuk 28,31 juta saham treasuri. Struktur kepemilikan saham terdiri dari pengendali 54,987% dan nonpengendali 45,013%, dengan penerima manfaat akhir (ultimate beneficial owners) adalah Robert Budi Hartono dan Bambang Hartono.

Setelah pengumuman rencana buyback, saham BBCA melonjak signifikan. Pada Selasa (21/10), harga saham emiten konstituen Indeks52 ini ditutup di Rp8.475 per lembar, naik Rp600 atau 7,62% dibandingkan penutupan hari sebelumnya.

Dalam sepekan terakhir, saham BBCA telah menguat dan secara bulanan naik, mencerminkan sentimen positif investor terhadap komitmen perseroan menjaga stabilitas dan nilai pemegang saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *